Instrumen Investasi dengan Risiko Paling Rendah

Instrumen Investasi

Baru belajar investasi? Tenang, ada banyak instrumen investasi dengan risiko paling rendah yang dapat dijadikan pilihan saat ekonomi lagi susah. Pilihan produk investasi yang minim risiko tidak akan mengakibatkan banyak kerugian. Jangan menghindari investasi dengan alasan resesi, karena penanaman modal justru yang akan membantu menyelamatkan uang atau mengamankan aset-aset berharga milik Anda. 

Namun, yang namanya investasi tentu ada risiko dibaliknya yang harus siap dihadapi investor. Risiko tetap saja risiko, mau itu rendah atau tinggi. Semua investor harus memahami hal ini jika ingin tepat dalam memaksimalkan investasi yang sedang dijalankan. Jangan sampai Anda malah terjerat investasi bodong yang merugikan. Nah, untuk para investor pemula yang ingin main aman, coba investasikan uang Anda pada instrumen-instrumen berikut. Karena selain berisiko rendah, instrumen investasi berikut juga memberikan keuntungan menjanjikan di masa depan. Apa saja? berikut ini ulasannya.

Beberapa Jenis Investasi Paling MInim Risiko

Jangan takut berinvestasi, apalagi jika Anda memang memiliki keuangan yang lebih dari cukup untuk menghasilkan keuntungan lebih besar. Apalagi saat ini Indonesia belum sepenuhnya usai dari pandemi virus Corona yang mampu mengguncang sektor perekonomian masyarakat. Hal tersebut bukanlah halangan untuk Anda berinvestasi, meskipun dalam kurun waktu terakhir cukup banyak investor yang mengalami kerugian besar di beberapa jenis investasi. 

Tenang saja, masih ada kok beberapa instrumen investasi yang bisa diandalkan saat pandemi virus corona masih berlangsung. Penasaran apa saja? Berikut beberapa diantaranya.

1. Reksadana

Reksadana merupakan salah satu dari instrumen investasi yang cocok untuk pemula atau kaum milenial yang baru saja terjun ke dunia tersebut. Selain menjadi produk yang minim risiko dan aman digunakan, reksadana juga dapat memberi keuntungan. Hasil dari investasi reksadana jangka panjang bisa digunakan untuk biaya pernikahan, DP rumah, hingga dana pensiun. Selain itu, modal yang ditanam dalam instrumen ini juga yang terbilang paling murah dibandingkan jenis investasi lainnya. Mulai dari Rp. 10.000, Anda sudah dapat berinvestasi pada produk bebas PPh (Pajak Penghasilan) satu ini.

Reksadana memiliki empat produk, diantaranya pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan reksa dana saham. Masing-masing produk juga memiliki tingkat risikonya masing-masing, mulai dari rendah, sedang, hingga tinggi.

Berhubung saat ini sedang pandemi, sebaiknya Anda memilih produk reksadana dengan risiko paling rendah untuk mendapatkan keuntungan.

2. Deposito

Simpanan uang deposito termasuk jenis investasi yang minim resiko, apalagi ada jaminan nila maksimal Rp. 2 Miliar dari LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Sehingga pada saat bank mengalami likuidasi, uang para nasabah tetap dijamin aman. Deposito juga tidak mengikuti pergerakan pasar, sehingga dapat dikatakan sekali lagi bahwa instrumen investasi ini benar-benar minim risiko. Biasanya nilai deposito dan tenor dapat mempengaruhi besaran bunga deposito yang ditetapkan oleh bank dengan kisaran 4-7%. Daripada suku bunga tabungan, suku bunga deposito sudah pasti lebih tinggi. Dengan masa tenor mulai dari 1 bulan sampai 24 bulan terhitung semenjak deposito dibuat. Tidak seperti tabungan, penarikan dana investasi ini tidak dapat dilakukan kapanpun yang diinginkan investor. Sedangkan untuk nilai setoran deposito, berkisar antara Rp. 1.000.000 – Rp. 10.000.000.

3. Properti

Sudah bukan rahasia lagi jika investasi properti termasuk instrumen berisiko paling rendah. keuntungannya tidak lagi dapat diragukan, karena setiap tahun harga properti selalu naik, baik itu tanah maupun rumah hunian. Paling-paling yang membuat investor rugi adalah saat memilih pengembang atau developer properti bodong, atau saat terjadi penipuan sertifikat. 

Untuk menghasilkan keuntungan besar dari jenis instrumen ini, para investor harus menggelontorkan dana ratusan juta hingga milyaran rupiah. Karena modal tersebut akan digunakan untuk membeli tanah atau rumah yang setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan harga. Tapi dengan berinvestasi di properti, seperti rumah misalnya, Anda bisa mendapat keuntungan lebih besar di masa mendatang. Atau juga bisa dibuat kontrakan, kos-kosan, maupun menyewakan properti tersebut sebagai kantor. Hasilnya tentu akan sangat mengenyangkan kantong investor. 

4. Tabungan Berjangka

Tabungan berjangka sebenarnya hampir sama dengan tabungan biasa, hanya saja tabungan ini memiliki tenor penarikan. Dengan kata lain para pemilik tabungan berjangka tidak bisa menarik dananya kapan saja, karena harus sesuai dengan ketentuan dari tabungan berjangka tersebut. 

Jenis investasi ini sangat cocok untuk Anda yang ingin mempersiapkan DP rumah, biaya lahiran, biaya pendidikan, dan lainnya. Selain minim risiko, tabungan berjangka juga berada dibawah jaminan LPS. Bunga atau return yang didapat nasabah juga sebanding dengan risiko investasi ini. Meskipun kecil, tabungan berjangka dapat membantu Anda lebih konsisten menabung setiap bulan dari penghasilan.

5. Emas

Saat ini, banyak masyarakat kita yang menjadikan emas sebagai ladang investasi menjanjikan. Selain dianggap paling aman, nilainya yang stabil dan bahkan setiap tahun meningkat tentu menarik minat orang-orang yang suka mencari keuntungan. Return investasi emas per tahun bisa menyentuh 10-12%, sehingga sangat cocok menjadi investasi jangka panjang.

Jadi, itulah beberapa instrumen investasi dengan risiko paling rendah untuk saat ini. Sebenarnya masih ada instrumen investasi minim risiko lainnya yang dapat dipilih masyarakat, seperti SUN (Surat Utang Negara), P2P Lending, dan juga barang antik. Semoga berhasil.