Melihat Fakta Perputaran Keuangan dalam Industri Film 

fakta perputaran keuangan industri film

ustmovie.net – Berbicara tentang dunia perfilman, maka tidak jauh dari kata mewah. Mulai dari sutradara, aktris, aktor, produser, karpet merah Oscars hingga Golden Globe. Dunia perfilman ini bukan hanya tentang manifestasi pada seni peran saja. Bisa lebih dari itu, film sudah memasuki menjadi sebuah bisnis yang akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

Biaya yang dikeluarkan untuk sekali produksi tentunya tidaklah murah, mereka bisa mengeluarkan miliaran hingga triliunan untuk sekali pembuatan film, contohnya seperti pada film Marvel “The Avengers”. Film yang dibintangi oleh pemeran terkenal yaitu Chris Hemsworth, Robert Downey, dan Scarlett Johansson ini mengeluarkan biaya produksi sebesar 220 juta Dollar AS. 

Dengan total tersebut merupakan nominal yang bisa diketahui oleh masyarakat. Namun, faktanya biaya produksi dikabarkan melebihi nominal tersebut. Lalu, bagaimanakah industri film mengatur keuangannya? Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini. 

Mengatur Uang dalam Industri Film 

Di bawah ini ada beberapa fakta mengenai bisnis film yang menarik untuk kamu ketahui. 

  • Biaya Produksi Film 

Sama seperti sebelumnya, produksi film membutuhkan dana yang sangat fantastis. Hal tersebut dikarenakan banyak faktor pendorong seperti harus memasang iklan di media sosial, televisi, media cetak hingga membuat iklan di billboard dan videotron. Tidak hanya itu saja, masih ada kebutuhan lainnya yang penting untuk mendukung film tersebut seperti roadshow promosi film, merchandise dan pendukung lainnya. 

Biaya tersebutlah yang biasa disebut dengan Print and Advertising (P&A) budget. Besarnya biaya untuk hal tersebut biasanya akan bergantung dari biaya produksi selama pembuatan film. Contohnya seperti, untuk film dengan biaya 40 hingga 75 juta dollar AS, maka akan dikenakan biaya P&A kira-kira sebesar 20 juta dollar AS.

  • Penjualan Tiket 

Salah satu pendapatan film yaitu dari penjualan tiket bioskop. Oleh karena itu, biasanya ruma produksi akan sangat berharap jika film yang mereka buat bisa laku di bioskop. Hal tersebut karena tidak 100% hasil dari penjualan tiket bisa masuk ke rekening perusahaan. Tentu saja pihak dari rumah produksi harus membagi hasilnya dengan para operator bioskop yang membantu dalam pemutaran film mereka. 

Mungkin untuk lebih jelasnya, pihak rumah produksi akan mendapatkan 60% untuk setiap film yang dibuatnya, dan 40% untuk operator bioskop. Sementara itu, untuk pendistribusian film ke bioskop yang ada di seluruh dunia, maka biasanya pihak rumah produksi hanya akan mendapatkan sekitar 20 atau 40% saja dan sisanya untuk operator bioskop. Namun, persentase untuk bagi hasil ini tidak bersifat pasti, yang artinya sesuai dengan kesepakatan dari kedua pihak. 

Baca Juga : 10 Film Rating Tertinggi Sepanjang Masa di IMDB

  • Merchandise 

Selain dari tiket bioskop, merchandise atau biasa kita kenal dengan pernak-pernik bertema film ini juga menjadi salah satu sumber pendapatan utama dari film tersebut. Karena merchandise sering kali bisa memikat daya tarik untuk para pecinta film tersebut. Apalagi untuk mereka yang sangat mendambakan film yang dimaksud. 

fakta perputaran keuangan industri film

Seperti pada film Star Wars yang menjadi franchise film yang mendapatkan banyak keuntungan dari penjualan merchandise ini. Misalnya di film Star Wars episode 7 yang berjudul “The Force Awakens” film yang digarap oleh George Lucas tersebut bisa menghasilkan 700 juta dollar AS untuk penjualan merchandise nya. 

Walaupun demikian, strategi penjualan merchandise yang dilakukan demi untuk mendatangkan revenue ini tentunya tidak bisa dilakukan untuk semua film. Pada umumnya, hal tersebut dapat dilakukan oleh film-film yang memiliki tema superhero saja yang paling memungkinkan untuk bisa menerapkan strategi penjualan merchandise ini. 

  • Pemasaran di Luar Negeri 

Teruntuk film-film yang dibuat secara independen, maka cara yang tepat adalah dengan memasarkan film tersebut ke luar negeri untuk mendapatkan revenue. Hal ini tentunya sangat penting sekali untuk para pelaku di dunia perfilman independen demi untuk mempunyai jaringan luar di seluruh penjuru dunia supaya film yang mereka buat akan mudah untuk didistribusikan dengan baik. Selain itu, tentunya mereka juga harus bisa mengimbangi tema film dengan Negara yang menjadi target. 

  • Hak Siar Televisi dan Streaming 

Film tidak hanya diputar di bioskop, tetapi juga akan disiarkan di televisi, dan layanan streaming yang berbayar. Nah, hal ini juga menjadi salah satu faktor untuk mendapatkan revenue yang tinggi untuk industri perfilman, karena mereka akan meminta hak siar pada pihak televisi dan layanan streaming untuk membayar ke rumah produksi. 

Selain uang, hak siar juga dapat menjadi media promosi yang sangat berpengaruh untuk sebuah film agar bisa dikenal oleh masyarakat, dan tentunya juga gratis. 

Nah, dari penjelasan diatas dapat kita tahu jika pembuatan film tidaklah murah dan mudah untuk itu, mulailah untuk menghargai sebuah karya film dengan tidak menonton film bajakan.