Sejarah Baju Koko yang Dekat dengan Masyarakat Indonesia

Baju Koko

Sepertinya baju koko telah menjadi sebuah seragam keseharian dari para umat Muslim ketika sedang melakukan ibadah. Ada banyak juga sekolah dari SMP sampai SMA dan juga pegawai perkantoran yang menjadikan baju koko ini sebagai sebuah seragam yang wajib digunakan pada hari-hari tertentu, seperti hari jumat. 

Untuk saat ini memang baju koko sangat identik dengan masyarakat Muslim yang ada di Indonesia. Permintaan untuk baju koko tentunya akan sangat melonjak ketika memasuki bulan puasa dan juga saat menjelang hari raya tiba, sama seperti tahun ini. Satu bulan sebelum lebaran ini bahkan baju koko telah menjadi incaran masyarakat. 

Dan semakin dekat dengan lebaran, maka permintaan baju koko ini akan semakin melonjak, sebab baju koko ini biasa digunakan untuk hari raya Idul Fitri. 

Hubungan baju koko dengan masyarakat Muslim Indonesia

Baju koko memang sudah dekat sekali dengan masyarakat Muslim di Indonesia saat ini. Kamu bisa melihat ketika ada massa aksi pada tanggal 21 Mei lalu yang melakukan protes terhadap hasil Pemilu 2019, hampir seluruh orang yang mengikuti aksi tersebut menggunakan baju koko.

Dan apabila melihat ke tahun sebelumnya, di Februari 2018 yang lalu, tren baju koko sempat menjadi sebuah pembicaraan hangat oleh warganet di beberapa media sosial seperti, Facebook, Instagram dan Twitter. Hal tersebut dikarenakan adanya film “Black Panther.” 

Warganet sangat jeli untuk memperhatikan kostum yang digunakan oleh para pemain dalam film “Black Panther” tersebut. Dari banyaknya kostum yang digunakan oleh pemeran karakter T’challa yang merupakan seorang raja di Wakanda. Kostum tersebut dianggap mirip dengan baju koko. 

Sejak adanya berita tersebut, kostum yang dikenakan sang raja wakanda tersebut akhirnya pernah menjadi tren fashion untuk hari raya di tahun 2018. Beberapa toko baju online juga dengan sangat cepat sekali untuk mempromosikan dan menjual baju tersebut. Dan ada banyak orang juga yang berminat membeli baju tersebut. 

Meski kostum sang raja itu dirasa sama dengan baju koko, tetapi kostum tersebut katanya terinspirasi dari baju tradisional negara Afrika yang bernama Agbada, baju pria yang biasanya digunakan oleh penduduk Nigeria yang ada di Afrika Barat. Pakaian tersebut biasanya digunakan oleh orang yang memiliki tahta, seperti kepala suku atau raja. 

Pakaian tersebut sebenarnya memang hanya digunakan ketika terdapat acara penting saja, seperti pemakaman maupun pernikahan. Desainer dari film Black Panther yaitu Ruth Carter memang menggunakan mantel cutaway yang terinspirasi dari desain pada abad ke-18, ditambah dengan hiasan pada bagian depan dan juga terdapat potongan lengan yang bergaya Nigeria. 

Membahas tentang baju koko, sepertinya tidak banyak yang mengetahui tentang sejarah dari baju koko ini. Apakah benar jika selama ini baju koko asli merupakan baju umat Muslim yang ada di Indonesia? Atau hanyalah sebuah baju yang dimodifikasi? Untuk itu, simak ulasannya berikut ini. 

Sejarah dari Baju Koko 

Ternyata baju koko ini terinspirasi dari pakaian tradisional dari kaum Tionghoa yang ada di Indonesia. Pada dasarnya memang baju koko bukanlah asli berasal dari gaya berpakaian dari masyarakat Indonesia yang hingga saat ini sangat melekat dipakai pada setiap hari untuk beribadah. 

Baju koko telah menjadi pakaian tradisional dari masyarakat Tionghoa yang sudah turun temurun yang biasa disebut dengan Tui-Khim. Hingga sampai pada awal abad ke-20, pria Tionghoa masih memakai pakaian Tui-Khim dan juga celana dengan model longgar untuk aktivitas sehari-hari. 

Lebih detail mengenai penyebutan pakaian tersebut sebagai baju koko, karena pernah dibahas oleh seorang budayawan Indonesia yaitu Remy Sylado. Di dalam novelnya yang berjudul “Novel pangeran Diponegoro: Menuju Sosok Khalifah” yang saat ini dirilis pada tahun 2008, Remy menjelaskan soal asal-usul dari penyebutan baju koko yang pada saat itu mirip dengan baju Shi-Jui yang sama dengan piama dan digunakan oleh orang China. 

Tetapi, pada masa kejayaan pakaian Tui-Khim ini sempat meredup. Menurut pengamat budaya dari Tionghoa peranakan yaitu David Kwa, seperti yang ada di Historia, pakaian Tui-Khim, Thng-sa dan celana komprang ini mulai tidak lagi digunakan oleh orang-orang China dan juga berganti pakaian ke pakaian yang lebih modern bergaya Eropa, seperti pantalon, kemeja dan juga jas. 

Dan sejak pemerintahan Orde Baru yang berkuasa sampai 1980-an, Soeharto pernah mempersempit ruang gerak umat Islam, termasuk juga dengan simbol-simbol keislaman. Hal tersebut dirasa Soeharto dapat mengganggu kursi kekuasaannya. Namun, karena zaman tersebut sudah berlalu, akhirnya koko menjadi pakaian yang hits lagi di beberapa tahun belakangan ini. 

Nah, itu tadi pembahasan mengenai sejarah koko yang ada di Indonesia yang harus kamu tahu. Semoga artikel ini bisa menjadi ilmu pengetahun baru untuk kamu dan juga bermanfaat.