Kisah Pursuit of Happiness Film yang Menginspirasi

pursuit of happiness

Belajar tentang pengalaman hidup bisa dari mana saja, salah satunya adalah film. Banyak sekali film-film dalam negeri dan mancanegara yang mempunyai pesan mendalam dan bisa membantu Anda untuk memahami kehidupan. Apakah Anda pernah menonton Pursuit of Happiness? Film yang satu ini sendiri mempunyai nilai pelajaran tentang kehidupan. Untuk lebih jelasnya, mari simak ulasannya berikut ini. 

Jalan Cerita dari Pursuit of Happiness 

Film yang diperankan oleh Will Smith ini dirilis pada tahun 2006. Rating dari film ini sendiri sangatlah bagus. Tercatat di IMDB, Pursuit of Happiness mendapatkan rating 8 dari 10 bintang. Jelas, film ini mempunyai cerita yang sangat menarik dan sangat menginspirasi. 

Mengambil latar belakang San Fransisco pada tahun 1981, cerita ini sendiri mengambil cerita dari kisah nyata yang dialami oleh Chris Gardner. Ia adalah seorang investor atau pialang saham yang sebelumnya bekerja sebagai salesman. 

Chris Gardner tinggal bersama istri, Linda dan anak laki-laki mereka di sebuah apartemen kecil yang ada di San Fransisco. Chris yang kala itu baru menginjak usia 30-an, nekat menggunakan seluruh tabungan untuk membeli usaha franchise, dimana ia memilih scanner tulang belakang portable. 

Ia pun menawarkan produk ini kepada para dokter yang sekiranya membutuhkan. Para dokter ini pun mengakui bahwa scanner tulang belakang yang dijual oleh Chris Gardner lebih baik daripada X-ray. Tapi, harga alat ini terlalu mahal. Sehingga dokter pun tidak ada yang mau membelinya. 

Padahal, Chris memasang target untuk dapat menjual dua alat agar dapat menghidupi keluarganya. Karena alatnya tidak laku satupun, akhirnya keluarga ini pun mendapatkan cobaan berat. Chris tidak sanggup bayar sewa dan istrinya hanyalah seorang buruh laundry. Tentu saja tidak akan cukup untuk menghidupi keluarga dan bayar sewa apartemen. 

Semakin lama, kehidupan Chris dan keluarga pun semakin berat. Linda pun akhirnya pergi meninggalkan Chris karena sudah tidak tahan dengan tagihan yang terus berdatangan. Awalnya Linda ingin putranya, Christopher untuk ikut bersamanya. Tapi, Chris menahannya dan akhirnya pun sang putra ia tinggalkan. 

Semakin lama, Chris semakin kacau. Ia terpaksa keluar dari apartemen karena sudah tidak sanggup lagi membayar sewa. Hingga mobil yang ia gunakan pun harus rela dilepaskan karena sudah tidak bisa membayar biaya parkir lagi. Ia pun semakin terpuruk, apalagi harus bertahan hidup bersama sang putra. 

Disaat keadaan yang semakin sulit, Chris akhirnya bertemu dengan seorang pria yang mana ia sedang mengendarai mobil mewah. Lalu, Chris bertanya apa pekerjaannya sehingga bisa mengendarai sebuah Ferrari. Pria itu langsung menjawab bahwa pekerjaannya adalah sebagai pialang saham. Dari sinilah Chris akhirnya ingin menjadi seorang pialang saham.

Kemudian, Chris mulai mencari pekerjaan dan melamar di berbagai perusahaan. Akhirnya, ia mendapatkan tawaran untuk bekerja magang tapi tanpa di bayar. Perusahaan yang memberikan tawaran magang adalah pialang saham, Dean Witter Reynolds. Dalam perusahaan ini sendiri ada aturan dimana pegawai magang terbaik akan mendapatkan pekerjaan. 

Pada saat diterima menjadi seorang pegawai magang, Chris sudah hampir kehabisan uang. Karena sudah tidak bisa membayar lagi uang sewa, akhirnya Chris dan anaknya harus ke rumah singgah. Tapi, untuk tidur di rumah singgah, Chris dan Christoper harus antri. Bahkan, mereka kadang tidak mendapatkan tempat sehingga harus rela tidur seperti gelandangan. 

Karena hal inilah, Chris bertekad untuk bisa menjadi karyawan magang terbaik dan ia pun berhasil. Ia akhirnya bisa bekerja dan mulai mengumpulkan uang untuk bisa hidup lebih baik. Chris pun selalu berusaha dengan baik dan kerja kerasnya pun menghasilkan. Chris akhirnya pun berhasil membangun sebuah perusahaan untuk pialang saham miliknya sendiri. Dimana nama perusahaannya adalah Gardner Rich. 

Ia kala itu nekat untuk menjual sebagian dari saham yang ia miliki dan memperoleh jutaan dolar. Hal inilah yang membuat seorang Chris Gardner menjadi sangat sukses dan mampu memberikan tempat yang lebih layak untuk anaknya.

Pelajaran dari Film Pursuit of Happiness

Dari cerita singkat akan film ini, ada beberapa pelajaran yang bisa Anda ambil untuk bisa menjadi seorang yang sukses. Berikut ini adalah pelajarannya: 

1. Jangan menyerah 

Pelajaran yang paling utama adalah tidak pernah menyerah. Walau Chris harus rela mengajak anaknya untuk tidur di jalan, tapi Chris tidak menyerah. Ia bahkan menjadikan kondisi ini sebagai motivasi agar bisa sukses. 

2. Jangan pernah menghabiskan tabungan

Walau tujuan untuk memulai usaha, tapi sebaiknya Anda tidak menghabiskan seluruh tabungan untuk membuka usaha. Pastikan Anda memahami resiko dan kenali market yang untuk jual produk untuk Anda. 

3. Selalu siap belajar

Untuk menjadi orang yang sukses, Anda tidak bisa hanya berdiam diri. Anda harus bisa terus belajar agar bisa berkembang dan mencapai tujuan yang ingin dicapai. Chris pun demikian, dimana ia siap belajar untuk bisa menjadi seorang pialang saham yang sukses. 

Itulah beberapa pelajaran dan inspirasi yang bisa Anda ambil dari film Pursuit of Happiness. Hal yang paling penting adalah Anda jangan pernah menyerah dan juga selalu berusaha keras. Karena usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil.